News

Pramuka Peduli Kwarcab Demak Ikuti Peningkatan Kapasitas Penanganan Darurat Bencana

Demak (3/6/2026) – Komitmen Gerakan Pramuka dalam bidang kemanusiaan kembali diwujudkan melalui keikutsertaan anggota Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Demak dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam rangka Penanganan Darurat Bencana yang diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 3 Juni 2026 di Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan para peserta dalam menghadapi berbagai kondisi darurat bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali berbagai materi, wawasan, serta praktik yang berkaitan dengan penanganan kebencanaan guna mendukung terciptanya sumber daya manusia yang tangguh dan siap siaga.

Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Demak. Peserta berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Polres Demak, Kodim 0716/Demak, Damkar Kabupaten Demak, serta berbagai organisasi dan komunitas relawan kebencanaan, di antaranya Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Angling Kusumo, RPB Glagah Wangi, RPB Kalijaga Rescue, RPB Jaka Tingkir, RPB Demak Rescue, Pramuli Demak, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak, serta Pramuka Peduli Kwartir Cabang Demak.

Keikutsertaan berbagai instansi dan organisasi relawan tersebut menjadi wujud sinergi serta kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mempererat koordinasi serta jejaring antarinstansi yang nantinya akan sangat dibutuhkan saat pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan kebencanaan. Menurutnya, kesiapan aparatur dan relawan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan penanganan darurat bencana di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan seperti ini perlu terus dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi, keterampilan, dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Beliau juga mengapresiasi kehadiran berbagai unsur peserta, termasuk anggota Pramuka Peduli, yang selama ini telah aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan. Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dapat semakin kuat sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan efektif ketika terjadi bencana.

Dari Kwarcab Demak, dua anggota Pramuka Peduli mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu Nur Faizah, S.Pd. dan Eli Mutosiah, S.Pd. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata partisipasi Gerakan Pramuka dalam mendukung program pemerintah di bidang penanggulangan bencana sekaligus memperkuat kapasitas relawan Pramuka Peduli dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait manajemen penanganan darurat bencana, koordinasi lintas sektor, kesiapsiagaan masyarakat, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya kerja sama antarlembaga dalam upaya penanggulangan bencana agar penanganan yang dilakukan dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Pelatihan ini menjadi sangat penting mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat risiko bencana yang cukup tinggi. Berbagai jenis bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga kebakaran dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah strategis dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan serta mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Bagi Pramuka Peduli, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk menambah ilmu dan pengalaman, tetapi juga menjadi bekal dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari Gerakan Pramuka yang memiliki semangat kepedulian dan gotong royong, anggota Pramuka Peduli dituntut untuk selalu siap hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi, terutama saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Ketua Kwarcab Demak melalui jajaran pengurus berharap agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan serta dibagikan kepada anggota Pramuka lainnya. Dengan demikian, semakin banyak relawan Pramuka yang memiliki kemampuan dan kesiapan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Demak maupun daerah sekitarnya.Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, Pramuka Peduli Kwarcab Demak semakin mempertegas perannya sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam bidang kemanusiaan. Semangat untuk terus belajar, berlatih, dan mengabdi menjadi modal utama dalam mewujudkan relawan yang tangguh, profesional, serta siap membantu kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang terus ditingkatkan, Pramuka Peduli Kwarcab Demak diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya penanganan darurat bencana, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menghadirkan aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.

“Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” bukan sekadar semboyan, melainkan semangat yang terus diwujudkan melalui berbagai aksi dan pengabdian demi kemanusiaan.

2 thoughts on “Pramuka Peduli Kwarcab Demak Ikuti Peningkatan Kapasitas Penanganan Darurat Bencana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *